Hidup adalah Ibadah

Posts Tagged ‘pemikiran

Ketika kita berbicara tentang paradigma baik paradigma berpikir maupun berorganisasi kita harus membuang jauh-jauh segala bentuk egoisme di hati dan pikiran kita. Jika kita masih saja teracuni oleh hal-hal yang menyangkut fanatisme dan egoisitas tersebut, hal ini menjadi sesuatu yang subjektif mengenai tesis dan antitesis. Menurut pendapat saya paradigma merupakan suatu cara pandang/pola pikir terhadap suatu permasalahan ,liat sisi pandang yang berbeda, mungkin saja berbeda. Ketika kita dihadapkan terhadap permasalahan yang sama namun berbeda pemahaman dalam menghadapi permasalahan tersebut akan tetapi memilki tujuan yang sama.

Mengapa terjadi demikian? Karna manusia memiliki akal dan pikiran. Hal ini yang dapat mempengaruhi pemikiran orang disamping pengaruh lingkungan tentunya. Akal dan pikiran menghasilkan proses berpikir. Tuhan menciptakan kreasi berpikir yang berbeda antar individu satu dan lainnya. Pembenturan pemikiran sering sekali terjadi. Terjadilah paradigma. Ketika berbicara paradigma muncullah konflik pemikiran akal individu tersebut. Karna manusia secara naluri memang cenderung untuk mempertahankan opininya. Ya begitulah adanya dari dahulu kala.

Apakah hal itu sekarang terjadi? Ya.

Di ITB? Ya

Bagaimana solusinya? Tidak ada

Ketika membicarakan solusi, bagi saya itu bukanlah suatu jawaban pasti karna menurut pendapat saya, solusi itu adalah awal dari suatu permasalahan baru. Paradigma.

Namun terbersit di dalam pemikiran saya akan kondisi ITB antara Kabinet dan Himpunan

Sedikit pendapat saya…

· Kabinet adalah sebuah organisasi kemahasiswaan ITB( red: besar) namun sangat kecil kedudukannnya di mata mahasiswa dibandingkan himpunan.

· Himpunan adalah organisasi di bawah Kabinet ITB (red: kecil) namun sangat besar kedudukanya di mata mahasiswa dibandingkan kabinet.

Apakah ini juga bagian dari paradigma itu?

Manusia evolusi dari Kera, Benarkah?

Sebagai seorang penganut agama islam tentu saya tidak sependapat dengan bahwa manusia merupak evolusi dari kera. Walupun para ahli telah banyak mendiskusikan hal ini tentu hal ini masih perlu diperbincangkan lebih lanjut. Manusia pertama adalah Adam, apakah adam itu kera?. Dengan pendapat yang dangkal sekalipun Adam itu adalah manusia bukan kera, itu telah tercantum di dalam Al-quran bahwa Adam adalah manusia pertama bukan kera pertama. Menurut saya itu adalah akal-akal dari seorang evolusionis walaupun itu hanya pemikiran subjektif saya. Akar pemikiran evolusionis muncul sezaman dengan keyakinan dogmatis yang berusaha keras mengingkari penciptaan. Mayoritas filsuf penganut pagan di zaman Yunani kuno mempertahankan gagasan evolusi. Jika kita mengamati sejarah filsafat, kita akan melihat bahwa gagasan evolusi telah menopang banyak filsafat pagan .

Teori evolusi merupakan buah filsafat materialistis yang muncul bersamaan dengan kebangkitan filsafat-filsafat materialistis kuno dan kemudian menyebar luas di abad ke-19. Paham materialisme berusaha menjelaskan alam semata melalui faktor-faktor materi. Karena menolak penciptaan, pandangan ini menyatakan bahwa segala sesuatu, hidup ataupun tak hidup, muncul tidak melalui penciptaan tetapi dari sebuah peristiwa kebetulan yang kemudian mencapai kondisi teratur. Akan tetapi, akal manusia sedemikian terstruktur sehingga mampu memahami keberadaan sebuah kehendak yang mengatur di mana pun ia menemukan keteraturan. Filsafat materialistis, yang bertentangan dengan karakteristik paling mendasar akal manusia ini, memunculkan “teori evolusi” di pertengahan abad ke-19.

Kebenaran teori evolusi juga masih perlu diperbincangkan akan tetapi hal itu justru menjadi sesuatu yang diterima secara umum saat ini. Buku pelajaran biologi di Indonesia masih saja memuat teori Darwin beserta seluruh kejelasan tentang kebenaran mengenai teori Darwin tersebut. Di satu sisi kita belajar tentang agama yang menyatakan bahwa manusia pertama adalah Adam, yang justru ada di bumi sebelum manusia kera versi Darwin ditemukan. Hipotesis Darwin tidak berdasarkan penemuan atau penelitian ilmiah apa pun; tetapi kemudian ia menjadikannya sebuah teori monumental berkat dukungan dan dorongan para ahli biologi materialis terkenal pada masanya. Gagasannya menyatakan bahwa individu-individu yang beradaptasi pada habitat mereka dengan cara terbaik, akan menurunkan sifat-sifat mereka kepada generasi berikutnya. Sifat-sifat yang menguntungkan ini lama-kelamaan terakumulasi dan mengubah suatu individu menjadi spesies yang sama sekali berbeda dengan nenek moyangnya. (Asal usul “sifat-sifat yang menguntungkan” ini belum diketahui pada waktu itu.) Menurut Darwin, manusia adalah hasil paling maju dari mekanisme ini.

Benarkah, Manusia itu dari kera? atau pada saat itu manusia hidup berdampingan dengan manusia kera?. Dalam bukunya The Descent of Man yang diterbitkannya setelah The Origin of Species, dengan berani Darwin berkomentar tentang “perbedaan-perbedaan besar antara manusia dari beragam ras”. Dalam bukunya tersebut, Darwin berpendapat bahwa orang-orang kulit hitam dan orang Aborigin Australia sama dengan gorila, dan berkesimpulan bahwa mereka lambat laun akan “disingkirkan” oleh “ras-ras beradab”. Ia berkata: Banyak argument yang justru timbul mengenai kebenaran dari teori evolusi Darwin itu sendiri. Jika saya membandingkan teori yang disampaikan oleh Darwin dengan apa yang saya pelajari di dalam agama saya, hal itu merupakan sesuatu yang anomali dan sangat bertolak belakang.

Ketika saya masih kecil, saya pernah mendengar cerita mengenai manusia yang dikutuk menjadi kera karna melanggar aturan. Pada zaman Nabi Musa A.S, terdapat larangan untuk tidak memancing pada hari Sabath ( hari Sabtu ) dan jika melanggar aturan tersebut akan mendapat hukuman dari Tuhan. Namun justru pada hari tersebutlah ikan-ikan akan keluar dari persembunyiannya dan jumlahnya jauh lebih banyak dari hari biasa. Sehingga, sebagian orang melanggar aturan tersebut untuk mendapatkan banyak ikan. Akan tetapi justru menjadi petaka bagi mereka dan mereka pun akhirnya terkena kutukan dari tuhan menjadi monyet. Mungkin saja monyet-monyet tersebut ada kaitannya dengan teori Darwin. Jika hipotesis Darwin tentang evolusi tersebut berkaitan dengan cerita kutukan manusia yang menjadi monyet pada zaman Nabi Musa A.S. Jelaslah sudah bahwa manusia itu tidak berasal dari kera tetapi manusia yang menjadi kera. Mungkin saja DNAnya sama. Hanya sebuah pemikiran sederhana. Itupun kalau benar.

Reff
• Harun Yahya : Keruntuhan Teori Evolusi
• Asumsi dan pendapat pribadi


Agustus 2017
S S R K J S M
« Agu    
 123456
78910111213
14151617181920
21222324252627
28293031  

Kategori

Arsip

Klik tertinggi

    Pengunjung

    • 82,349 hits
    My Daily Traffic Blog free counters