Hidup adalah Ibadah

Posts Tagged ‘Medan

buat referensi.. =))
—————————————————————————

A

Aci = boleh… nggak/mana aci (nggak boleh..)
Anak muda = jagoan, aktor pemeran utama
Ambal = sajadah
Awak = aku, saya; bisa juga kamu (“sombong kali awak ini”, artinya: “sombong banget lu”)
Alip = permainan
Alip cendong/benteng = permainan menjaga tiang, sementara lawan berusaha menyentuh tiang tersebut, sambil menghindari kejaran para penjaganya.; Alip berondok = petak umpet
Angek = dari bahasa Minang (panas) à iri, cemburu, nggak suka
Apek = panggilan buat lelaki Tionghoa yang sudah tua.
Alamak = celetukan; berasal dari Alah, Mak… (aduh, Mak; waduh/Jawa)

B

Bedangkik = hitung-hitungan, pelit
Bocor alus = agak gila
Bang = 1) panggilan umum buat lelaki yang lebih tua (permisi, Bang..); 2) azan (coba kau bang dulu, udah masuk waktu zuhur ni..)
Belacan = terasi
Bonbon/Bombon = permen
Berselemak = berlepotan (ngomong kau kok berselemak gitu?)
Bereng = melirik tajam (Alamak, diberengnya kita); kata serapan dari Batak?
BK = plat kendaraan bermotor (Plat motor di Medan memang BK. “BK motor kau berapa?”)
Balen = minta.. ( Bagi dong?! bahasanya jadi… Balen lah…?!)
Berondok = bersembunyi; ngumpet
Bolong = lobang
Bedogol = bego (bedogol kali kau!)
Berhanyut = pergi ke hulu sungai, lalu menyusuri aliran sungai dengan berenang atau menggunakan pelampung dari ban dalam bekas. (kami beranyut dari gedong johor sampai ke polonia).
Begadang; kerupuk begadang = sejenis kerupuk yang berwarna coklat, biasanya berbentuk segi empat.
Baling/Baleng = rusak, ada yang tidak beres (ban keretanya kutengok baling, la… Udah kau perbaiki?)
Bendol = benjol
Bengap = Babak belur

C

Cakap = ngomong, berbicara (banyak kali cakapnya)
Celit = pelit
Cak = singkatan dari coba… (Cak kau maenkan lagu itu = coba kau maenkan lagu itu)
Cuak = penakut
Cengkunek = lagak, omong kosong (jangan banyak cengkunek lah..)
Cendek = plesetan dari pendek, dangkal/cetek (Airnya cendek kok, nggak usah takut tenggelam lah..)
Cop = ucapan sebagai pertanda minta rehat/istirahat dulu (Aku cop ya, mau ke WC dulu); atau isyarat memilih lebih dulu (Cop, aku ambil yang ini ya).
Celat = cadel (nggak bisa bilang r)
Cem; Cam = seperti, macam, kayak, biasa dipadukan dengan kata mana (Cemmana jadinya; bagaimana jadinya); lihat kek; kek mana
Cincong = omong, alasan; Jangan banyak cincong = jangan banyak omong
Cekot = julukan buat orang yang lengannya cacat, tidak bisa diluruskan, seperti –maaf—tokoh Gareng di perwayangan).

D

Dongok/dogol/bedogol = bodoh, pandir
Dekak-dekak = abacus, alat hitung Cina dari jajaran kayu (biasanya 10 baris) yang masing-masing jajar terdiri atas 10 bola sebagai satuan hitung.
Deking = beking
Demon = 1) demonstrasi; demo (pak keplor didemon sama warganya sendiri..); 2) hebat, gaya (pembalap itu demon kali, ah..)

E

Enceng = selesai, habis
Ecek-ecek = pura-pura (Ecek-eceknya kita ini pejabat la ya)
Estra = maksudnya ekstra, preview film di televisi atau bioskop (aku belom sempat nonton di bioskop, tapi estranya udah).

F

G

Gacok = jagoannya (mana gacok kau, kita adu)
Guli = kelereng
Getek = genit
Gaprak = dari jawa; hantam kaki dalam sepakbola atau permainan (kakinya digaprak lawan)
Gedabak = besar (gedabak kali badan abang!)
Gerepes = geripis, gigi yang hancur atau terkikis karena banyak makan makanan manis (Itu lah, banyak makan bonbon, akhirnya giginya gerepes semua)
Gecor = besar mulut, ga bisa menyimpan rahasia
Gerot = akronim dari geger otak; merujuk pada orang yang tingkahnya aneh, gila.
Goni botot = julukan buat penjual atau pembeli barang-barang bekas. Mereka berkeliling kampung, membeli kompor rusak, kertas/koran bekas, dsb.
Gelut = berkelahi
Golek-golek = berbaring-baring santai; tidur ayam

H

Hajab = hancur
Hambus = pergi! (jauh-jauh). Kata ini suka dipakai oleh koran Waspada.
Hubar-habir = berantakan, acak-acakan, idem
Honda = sepeda motor (walaupun mereknya bukan Honda, tetap aja disebut honda, hihihi…..)

I

Ikan laga = maksudnya ikan cupang/ikan aduan (Beta splendens)

J

Jelutung = kayu albasia (yang lunak dan biasa untuk bahan prakarya)

K

Kereak = banyak omong dan banyak gaya , contoh kalimat : Gak sor kali aku nengok dia, kereak kali.
Kuaci = bukan kwaci makanan, tapi permainan berupa cetakan plastik yang berbentuk beragam wujud, ada Bruce Lee, kelinci, gajah, mobil, dsb. dipakai utk mainan, juga sebagai barang taruhan. Kerepak peak = makian, mengacu pada kondisi ancur-ancuran.
Kelen; kelien = kalian
Kau = engkau, anda (tidak dibaca ka-u — u dalam utang; atau kaw, tetapi di antara keduanya: kauw — w nya lemah)
Kilik = mirip lego; mendrible bola (dikiliknya bola itu sampai pemain lawan terkecoh)
Kede/kedai = warung
Kede sampah = warung kelontong kecil (bukan warung jualan sampah, hehehe)
Kedan = teman, sohib (Abang ini kedan kita juga)
Kereta = sepeda motor
Kereta Angin = sepeda
Kali = dari pemendekan kata ‘sekali’; berarti banget, sangat (“hebat kali kau!” Artinya, “lu hebat banget deh!”)
Kak = panggilan untuk orang (perempuan) yang lebih tua atau dituakan (sama dengan Mbak di Jawa)
Kiri = minggir (“Kiri kau!”…, maksudnya: “minggir lu!”)
Keplor = kepala lorong
Kepling = kepala lingkungan
Kongsi : Bagi-bagi, sama rata…
Koyak = robek == celanaku koyak; kukoyak-koyak kertas hasil ujianku
Kek = kayak, biasa dipadukan dengan kata mana (kek mananya kau: bagaimana sih kamu ini);lihat juga cem/cam
Kelir = pinsil warna (kt. benda), mewarnai (kt. kerja)
Kocik = dari bahasa Melayu (?), berarti kecil
Kornel = tendangan pojok/penjuru dalam sepak bola. Plesetan dari “corner” (corner kick)
Kopek = kupas, kelupas (jangan kau kopek lukanya, nanti tambah parah).
Kombur = cakap, banyak omong.
Kondor = kendor, longgar (celanaku kondor, harus dikecilkan)
Kamput = singkatan dari kambing putih, merek minuman keras murahan (si Ucok tenggen gara-gara minum kamput).

L

Lembe = lemah, lemes
Lewong = 1) putus ;(layangan lewong); 2) hilang, raib (Lewong uangku disikat dia…)
Litak = habis, kondisi capek sekali – dari Padang? (Litak kali badanku)
Lorong = gang (kau tinggal di lorong apa)
Ligat = lincah, lihai (ligat kali dia kalo kerja)
Lantak = habis; habisi (dilantaknya semua hidangan itu. Rumah itu dilantak si jago merah)
Lengkong = cincau hitam, buat campuran es sirop
Lego = drible bola (Ronaldo jago kali ah nge-lego bola)
Locak = kalah terus menerus (aih mak, locak kawan tu pas main ceki);
Batu locak => sejenis permainan dengan batu pipih dengan kelereng atau benda bulat kecil lainnya. Si kalah berusaha melempar kelereng atau bolanya ke dalam lubang sasaran, sementara pemain lainnya berusaha menjauhkan bola itu, atau setidaknya melempar melampaui bola, agar tidak kalah.
Loak = payah (Loak kali kau pun, gitu aja nggak bisa)
Lepoh = bodoh (Lepoh kali, gitu aja nggak bisa)
Lobok = kedodoran, kebesaran (celananya lobok, Mak… bisa dikecilin?)
Lereng = sepeda besar = sepeda janda (e pada “le” dan “reng” dibaca seperti menyebut pada kata lele)
Lengger = plesetan dari tabrak (mati dia dilengger truk)
Langgar = musola (Pak Haji biasa sembayang di langgar)
Limpul = lima puluh (dipakai untuk menyebut uang Rp 50 atau Rp 50.000)
Limrat = lima ratus (dipakai untuk menyebut uang Rp 500 atau Rp 500.000)
Limper = lima perak (dipakai untuk menyebut uang Rp 5. Sekarang uang pecahan ini sudah tidak ada, jadi istilah limper pun mungkin sudah hilang).
Lasak : Banyak gerak, ga bisa diam.
Lencong; tai lencong = tahi ayam yang hijau, bentuknya seperti pucuk es krim menjulang (hueeek..)
Lokal = kelas (si Adi lagi di lokal, belum keluar)
Longoh = bodoh, tolol (dasar longoh, udah tau bahaya bukannya menghindar)
Lepuk = pukul (dilepuk orang sekampung dia)

M

Mentel = genit, centil
Mengkek = manja
Mereng = miring, sering juga disebut mencong
Merling = bercahaya, mengkilap (kalungnya merling kali..)
Motor/montor = mobil
Minyak lampu = minyak tanah
Monza = akronim dari Monginsidi Plaza, tempat jualan pakaian bekas; mengacu pada penyebutan semua jenis barang second/bekas (celana monza ya?)
Merepet = mengomel, marah
Manipol = akronim dari mandailing polit = mandailing pelit /kikir; istilah stereotip suku mandailing, suku di Kab. Tapanuli Selatan. Padahal belum tentu benar.
Melalak = hobinya keluar rumah, ga betah di rumah, sebuah sifat perempuan yang negatif
Mentiko = belagu, sifat orang yang suka merasa paling hebat dan suka cari masalah
Merajuk = ngambeg
Main-main; keluar main-main = Istilah untuk jam istirahat sekolah (“Keluar main-mainnya jam berapa ya?”)
Masuk angin = melempem (khusus buat makanan, kue, atau kerupuk) — kerupuknya nggak enak, udah masuk angin…

N

Nona = aktris utama (siapa nonanya, Hema Malini?)
Nembak = bukan menembak, atau nembak cewek, tapi istilah untuk makan tapi nggak bayar (si Ucok nembak di warung Kak Ipah).
Ngeten = (dari bahasa Batak?), artinya mengintip

O

Ompa’an = sifat orang yang suka dibaik-baikin
Oyong = terhuyung2x, limbung
ODB = tontonan gratis ala misbar (gerimis bubar); pemutaran film keliling. Biasanya diadakan tiga bulan sekali di asrama-asrama tentara atau polisi. Aslinya dari bahasa Belanda: O… Deli Bioscoop.

P

Palar = dipaksa-paksain
Pala : Ga seberapa (Contoh :Dia ga pala jahat kali lah sama aku…); dicukup-cukupkan
Pesong = gila, tidak waras
Pukimbek, pukilik = sialan, makian
Pajak = pasar
Perli = menggoda, flirting seseorang utk menjadi pacar (Cantik kali anak gadis wak Alang tu. Kalau kuperli mau nggak dia ya?)
Pasar = jalan raya
Pening = pusing
Paten = hebat
Pinggir = kiri (perintah untuk menyuruh sopir berhenti, biasanya penumpang berkata “pinggir” (bukan “kiri”).
Pusing = keliling
Palak = Sebel, marah.
Perei = libur (slang dari free)
Ponten = nilai
PHR = istilah untuk bioskop murahan. Singkatan dari Panggung Hiburan Rakyat (aku dulu suka nonton di PHR Morsip di Jl. Soetomo Ujung, PHR Serdang, dan PHR Bahagia di Jl. Pasar Merah)
Panglong = toko tempat penjualan material bangunan
Porlep = sebutan untuk kuli angkut barang di Polonia atau Pelabuhan Belawan
Paret = maksudnya parit, got
Pakansi = hari libur, liburan
Pakpok = pulang pokok, impas (break event point)
Pekak = tuli (percuma kau teriak, dia orangnya memang pekak)
Pencorot = nomor urut paling akhir, pecundang (di kelas, dia pencorot)
Pauk/Paok = Payah, nggak keren, bodoh (Paok kali pun kau, gitu aja nggak bisa)

Q

R

Rodam = siksa, dimapram (“sebelum dilantik, kami dirodam dulu semalaman)
Raun-raun = jalan-jalan berkeliling (dari bahasa inggris: round-round=keliling-keliling)
RBT = Ojek (RBT adalah singkatan dari Rakyat Banting Tulang 🙂
Rupanya = ternyata… ( Contoh : di sini kau rupanya! aku cari-cari kemana-mana)
Recok = ribut, berisik
Rol = penggarisan, mistar (kt. benda)

S

Sarap = tidak waras, gila (yang sarap-nya kauw? Kamu gila ya?)
Sedeng = gila, sinting
Senget = tidak waras, gila
Silap = salah, keliru – kalau awak tak silap —
Simpang = perempatan, atau pertigaan jalan
Selow = slang dari slow (lambat)
Semak = kumuh, berantakan, kacau (semak kali kamar ni… semak muka kau kulihat)
Sepeda Janda = sepeda berpalang ala jaman dulu, suka dipakai ibu-ibu atau buruh kebun…
Setil = gaya, keren (setil kali dia malam ini, mau pergi kenduri ya?)
Sengak = ketus (jangan la sengak gitu cakapnya….)
Somboy = sejenis makanan cina yang populer, dari sejenis buah yang dikeringkan, berwarana merah dan diberi lapisan tepung yang rasanya asin, manis, asam.
Setalen = satuan nilai uang, kira-kira ….. rupiah (dulu masih sering ditemukan jajanan seharga setalen, tapi sekarang tidak lagi).
Sikit = plesetan dari sedikit
Sudako = angkot
Sor = syur, suka; sor kali aku lah ama cewe tu..
Selop = sandal
Setip = penghapusan (kt. benda), menghapus (kt. kerja)
Siap = selesai; done (tugasku udah siap, jadi aku bisa santai sekarang)
Seken = salaman (dari bhs Inggris: shake hand) – kalo cocok, seken dulu kita….

T

Tungkik = teler, cairan di kuping (ih, jijik)
Tumbuk = pukul , kutumbuk kau nanti…
Telekung = mukena
Titi = jembatan (kalo mau ke rumahnya, kau harus lewat titi besar itu, baru sampe)
Tonggek = bokong yang montok
Tepos = lawan tonggek
Tokok; menokok = 1) memalu, memaku (tolong kau tokok dulu paku ini di papan itu); 2) pukul, jitak (ditokoknya kepalaku, Kak, sakit lah)
Tekek = versi jitak yang lain lagi…
Tepung roti = tepung terigu
Tarok = meletakkan (coba kauw tarok tasmu di atas meja)
Teratak = atap tambahan, biasanya dibangun jika ada pesta atau musibah kemalangan di rumah
Terei = dari kata try (inggris), artinya coba (Cak di-terei dulu barang ni…)
Terge = perhatian, peduli, acuh (udah setil habis dandananku, eh nggak di-terge sama dia)
Tekong; Tekongan = menikung; tikungan, simpang jalan (agak nekong kau sikit, biar nggak dilengger mobil; kutunggu kau di tekongan)
Takir = nasi bungkus/kotak yang biasa dibagikan saat kenduri atau tahlilan; lihat juga kata “berkat”
Tukam = melayat, takziah
Toyor = pukul; memukul, tapi dengan cara lain lagi (kayak upper cut, gitu) — maling itu kena toyor massa.

U

Uwak = (panggilan sopan untuk orang yang sudah tua, semacam bapak/ibu, atau kakek/nenek gitu deh)
Ubi = singkong; ubi rambat = ubi jalar

V

W

Woy = panggilan, seruan buat teman atau sekelompok orang (Woy, di mana kelien?)

X

Y

Z

1. Gubernurnya dan Mantan Gubernur Mati dalam kecelakaan pesawat yang disinyalir membawa durian 1 ton
2. Walikota dan Wakil Walikota Ditahan Karna Kasus Korupsi Mobil Pemadam Kebakaran
3. Salah Satu Mantan Gubernurnya Disinyalir Memakai Ijazah Palsu
4. Ketua DPRD Sumut Mati Diamuk Massa
5. Caleg2nya Bermasalah

Parah….hanya dalam beberapa tahun udah kayak gini
Dengan berat hati saya masukin tulisan ini di blog saya
Saya sengaja tidak menyebutkan nama maupun oknum terkait
Bisa aja ada yang tidak senang dengan tulisan saya
Lagian Blog saya tidak untuk mereka2 yang telah merusak citra Medan dan Sumatera Utara

Klo Ada yang mau nambahin daftar panjang keburukan Kota Medan dan Sumatera Utara
Silahkan Saja
Biar Menjadi Evaluasi Kita Bersama

Gw masih bingung kalo  bakso  Itu katanya berarasal dari Jawa

Klo di Medan, lo boleh cari dimana aja pasti ada yang jual bakso

yang  Wong solo lah, Bakso Amat, Banyaklah…..yang kelililing aja rame

klo masalah harga….3000 udah  dapet seporsi( red: bakso Keliling)

Sekarang, Gw kuliah di Bandung

Sepengetahuan gw nih di kecamatan Coblong baru satu toko yang jual bakso, depan Toko Kita

kadang gw aneh juga, kok ramean orang jual nasi goreng daripada bakso

Jarang lah gw liat tukang bakso Di Bandung ini

Apa karna banyak urang sunda? tapi di Medan, banyakan orang Batak dan Campuran

Kok bisa eksis tukang bakso di Medan.

Ada yang bisa Kasih Solusi Kagak ?

kli aja gw salah presepsi….^^

IMMAM merupakan suatu organisasi yang bercorak kedaerahan yang didirikan di Bandung pada bulan Oktober 1985. Organisasi ini diperlukan mengingat jumlah mahasiswa muslim asal Medan yang sedang menuntut ilmu di Bandung relatif banyak jumlahnya serta adanya keinginan untuk manjalin persaudaraan antar umat Islam. Selain itu juga sebagai wadah komunikasi dan penambah wawasan bagi anggtanya dengan berdasarkan kebersamaan sikap, persepsi, dan tingah laku serta ditunjang oleh ketulusan untuk lebih banyak berbuat demi kemajuan Islam pada umumnya. Organisasi ini pada mulanya hanya di Bandung dan beranggotakan mahasiswa-mahasiswa muslim yang berasal dari Medan khususnya dan dari Sumatera Utara pada umumnya, sekarang IMMAM juga berada di kota-kota lainnya, seperti Jakarta, Bogor, dan Yogyakarta.

Sebagai suatu organisasi yang berlandaskan Islam, IMMAM perlu mengadakan penerimaan mahasiswa baru yang diisi dengan training keagamaan. Kegiatan ini bertujuan untuk meningkatkan kebersamaan antar sesama anggota baru dan kualitas keislaman para anggotanya. IMMAM membutuhkan anggota yang memiliki semangat untuk membesarkan nama IMMAM menjadi organisasi yang memiliki andil dalam pembentukan umat Islam terutama di Indonesia bertujuan untuk membentuk suatu masyarakat yang madani yaitu suatu komunitas masyarakat yang diidam-idamkan saat sekarang ini dengan cara melakukan pelatihan dan pembinaan yang teratur dan terarah sesuai dengan AlQur’an dan Sunnah Rasulullah. Oleh karena itu IMMAM mengadakan beberapa pelatihan yang bertujuan untuk membentuk kepribadian anggotanya yang taat kepada Allah SWT dan berjiwa militan dalam membela agama Islam dari segala intervensi baik dari luar maupun dari dalam.

Sebagai sebuah organisasi yang baik dan memiliki struktur yang jelas, IMMAM telah melahirkan pemimpinpemimpin sejak IMMAM didirikan sampai sekarang. Di bawah ini ada urutan nama pemimpin IMMAM, diantaranya adalah :

Jehansyah Siregar ( T. Arsitektur ’90)

Bambang Abdul Naser (T. Pertambangan ’91)

Rama (T. Pertambangan ’92)

Agustin Perangin-angin (T. Sipil ’94)

Taufikurrahman Ginting (T. Fisika ’94)

Yosi Sukmono (T. Planologi ’95)

Hasbi (T. Sipil ’96)

Dt. Ary Adriansyah S. (T. Planologi ’98)

Andi Chandra (T. Sipil ’99)

Elwin Elbur, (Geologi ’00)

M. Hafidzham Luthfi,(T.Elektro’02)

Harry Patria, (Teknik Kimia’03)

Zulkarnain, (Teknik Pertambangan’04), Sekjen: Yudha (Geologi’04)

Yudi Lesmana( Teknik Pertambangan’o6), Wakil : Aris Rinaldi( T.Sipil’06)

IMMAM merupakan organisasi di luar kampus ITB atau UNPAD. Ini disebabkan sudah adanya Unit yang mewakili anak-anak Medan, yaitu UKSU (Unit Kesinian SUMUT), atau mungkin juga karena IMMAM yang belum cukup syarat menjadi suatu organisasi yang baik karena belum memiliki AD/ART atau lebih jelasnya IMMAM hanya sebuah organisasi paguyuban.

tampak-belakang-format-jpg1logo-format-jpg

tampak-depan-format-jpg

Tentang kepengurusan IMMAM dah kepilih ni orang-orangnya ,tp bagannya belum dibuat

ni …kepengurusannya :

Ketua : Yudi Lesmana (TA’06)
Wakil : Aris Rinaldi (Si’06)
Sekretaris : Andara livia (IF’06)
Bendahara : Dian (STMB telkom ’07)

Divisi PSDA : Sures K. (TL’06 )
Divisi Danus : Gayo (STMB Telkom ’06)
Divisi Olah raga : Doni/Yongki (Hukum Unpad ’06)
Tim Jaringan : Koord STMB : Aulya
Koord STT Telkom : Bil Hasri
Koord Unpad : Doni

Mohon Kerja Samanya


Agustus 2017
S S R K J S M
« Agu    
 123456
78910111213
14151617181920
21222324252627
28293031  

Kategori

Arsip

Klik tertinggi

    Pengunjung

    • 82,349 hits
    My Daily Traffic Blog free counters