Hidup adalah Ibadah

Archive for the ‘Umum’ Category

Tips mempunyai anak kembar adalah sebagai berikut:

1. Sejarah keluarga

Apabila di dalam keluarga Anda memiliki sejarah kelahiran kembar,  kemungkinan Anda juga akan dapat anak kembar berdasarkan faktor keturunan atau genetik. Hal tersebut lazim terjadi dan kemungkinan yang besar. Jikapun tidak, dimungkinkan mencari pasangan yang memiliki sejarah kelahiran kembar dalam keluarganya.


2. Gemuk atau berat badan berlebih

Sebuah penelitian yang  dimuat di American College of Obstetrics and Gynecology, menunjukkan hubungan yang erat antara kecenderungan kelahiran kembar dengan naiknya kasus obesitas.

Menurut penelitian, ibu dengan Body Mass Index (BMI) lebih dari 30, berpeluang mengandung anak kembar. Tapi statistik ini hanya berlaku bagi pasangan dengan sejarah keluarga kelahiran kembar.


3. Hamil di usia tua

Wanita yang hamil di usia tua, memiliki kemungkinan untuk melahirkan bayi kembar,  karena pada usia tersebut diperkirakan  produktivitas ovulasi akan tinggi seiring usia biologis yang juga bergerak cepat. Sekitar 17% wanita yang hamil di atas 45 tahun, berpeluang mengandung anak kembar.


Sayangnya, semua tahu mengandung di usia tua sangat berisiko, dari keguguran hingga meningkatnya kadar gula selama hamil. Selain itu, anda tentu tidak ingin dipanggil nenek jika anak anda sudah beranjak dewasa (re : ABG) sementara anda sudah tua.


4. Konsumsi umbi-umbian dan susu

Belum lama ini penelitian yang dilakukan di Amerika Serikat, membuktikan bahwa jenis umbi-umbian, seperti ubi, kentang dan susu dapat meningkatkan ovulasi pada sel telur sehingga membuka kemungkinan  seseorang mendapatkan anak kembar.


Salah satu buktinya, etnis Yoruba di Afrika Barat yang penduduknya sebagian besar mengkonsumsi umbi-umbian, terkenal sebagai negara dengan kelahiran kembar tertinggi di dunia. Diyakini bahwa umbi-umbian memiliki zat kimia yang memicu terjadinya hiperovulasi.


Sedangkan penelitian di tahun 2006 lalu memperlihatkan, wanita yang mengkonsumsi susu lebih banyak, cenderung memiliki kemungkinan besar untuk mengandung anak kembar.


5. Fertilitas

Jaman sekarang Program teknologi reproduksi sudah demikian pesat. Dengan menyuntikan hormon tertentu dan melakukan terapi fertilitas, seorang wanita dimungkinkan melahirkan bayi kembar.


6. Sering melahirkan

Semakin banyak anak yang telah Anda miliki, kemungkinan mengalami kehamilan kembar juga semakin besar. Namun tak ada yang bisa memastikan pada kehamilan ke berapa terjadi kehamilan kembar.


7. Hamil saat masih menyusui

Banyak yang beranggapan, saat menyusui, seorang wanita tidak dapat hamil. Tetapi proses laktasi saat menyusui menjaga ibu tetap berovulasi dan mengalami menstruasi.


8.  Sedang beruntung

Skill boleh 8 tapi Luck anda harus 9. Tak sedikit kasus kelahiran kembar yang justru menggambarkan kriteria umum di atas, serta tak dapat diketahui penyebabnya. Kembar identik (monozigot twin) yang banyak terjadi pun, hingga kini penyebabnya masih misterius. Tak ada yang bisa meramalkan, kapan dan bagaimana sebuah sel telur akan memecahkan diri menjadi dua janin.


jadi yang mau punya anak kembar yang pasti harus nikah dulu, karna satu-satunya kondisi bercinta yang halal adalah menikah. regards


http://arishms.com/2011/04/21/tips-mempunyai-anak-kembar/

semoga bermanfaat ^^v

*dari berbagai sumber

Rumah mode Armani Exchange meminta maaf atas desain kaos terbarunya yang memuat logo burung mirip lambang negara Burung Garuda. Armani pun menghentikan penjualan online dan menarik promosi kaos tersebut di situsnya.

“Kami meminta maaf atas segala dampak akibat kaos ini,” kata Armani Exchange dalam email seperti dilansir Reuters, Rabu (27/1/2010).

Awalnya Armani mengaku merilis baju-baju terbaru yang terinspirasi dari logo-logo militer. Baju berlogo mirip Garuda itu dijual online dengan harga sekitar Rp 300 ribu.

Namun masyarakat Indonesia melancarkan protes lewat berbagai forum maya terkait logo yang mirip Garuda itu. Kaos itu dianggap sebagai penghinaan terhadap lambang negara Indonesia.

“Masalah ini sangat menjadi perhatian kami dan barang tersebut sudah langsung kami copot dari situs kami,” kata pihak Armani

Link : http://id.news.yahoo.com/dtik/20100127/tpl-armani-minta-maaf-soal-kaos-garuda-b28636a.html

buat referensi.. =))
—————————————————————————

A

Aci = boleh… nggak/mana aci (nggak boleh..)
Anak muda = jagoan, aktor pemeran utama
Ambal = sajadah
Awak = aku, saya; bisa juga kamu (“sombong kali awak ini”, artinya: “sombong banget lu”)
Alip = permainan
Alip cendong/benteng = permainan menjaga tiang, sementara lawan berusaha menyentuh tiang tersebut, sambil menghindari kejaran para penjaganya.; Alip berondok = petak umpet
Angek = dari bahasa Minang (panas) à iri, cemburu, nggak suka
Apek = panggilan buat lelaki Tionghoa yang sudah tua.
Alamak = celetukan; berasal dari Alah, Mak… (aduh, Mak; waduh/Jawa)

B

Bedangkik = hitung-hitungan, pelit
Bocor alus = agak gila
Bang = 1) panggilan umum buat lelaki yang lebih tua (permisi, Bang..); 2) azan (coba kau bang dulu, udah masuk waktu zuhur ni..)
Belacan = terasi
Bonbon/Bombon = permen
Berselemak = berlepotan (ngomong kau kok berselemak gitu?)
Bereng = melirik tajam (Alamak, diberengnya kita); kata serapan dari Batak?
BK = plat kendaraan bermotor (Plat motor di Medan memang BK. “BK motor kau berapa?”)
Balen = minta.. ( Bagi dong?! bahasanya jadi… Balen lah…?!)
Berondok = bersembunyi; ngumpet
Bolong = lobang
Bedogol = bego (bedogol kali kau!)
Berhanyut = pergi ke hulu sungai, lalu menyusuri aliran sungai dengan berenang atau menggunakan pelampung dari ban dalam bekas. (kami beranyut dari gedong johor sampai ke polonia).
Begadang; kerupuk begadang = sejenis kerupuk yang berwarna coklat, biasanya berbentuk segi empat.
Baling/Baleng = rusak, ada yang tidak beres (ban keretanya kutengok baling, la… Udah kau perbaiki?)
Bendol = benjol
Bengap = Babak belur

C

Cakap = ngomong, berbicara (banyak kali cakapnya)
Celit = pelit
Cak = singkatan dari coba… (Cak kau maenkan lagu itu = coba kau maenkan lagu itu)
Cuak = penakut
Cengkunek = lagak, omong kosong (jangan banyak cengkunek lah..)
Cendek = plesetan dari pendek, dangkal/cetek (Airnya cendek kok, nggak usah takut tenggelam lah..)
Cop = ucapan sebagai pertanda minta rehat/istirahat dulu (Aku cop ya, mau ke WC dulu); atau isyarat memilih lebih dulu (Cop, aku ambil yang ini ya).
Celat = cadel (nggak bisa bilang r)
Cem; Cam = seperti, macam, kayak, biasa dipadukan dengan kata mana (Cemmana jadinya; bagaimana jadinya); lihat kek; kek mana
Cincong = omong, alasan; Jangan banyak cincong = jangan banyak omong
Cekot = julukan buat orang yang lengannya cacat, tidak bisa diluruskan, seperti –maaf—tokoh Gareng di perwayangan).

D

Dongok/dogol/bedogol = bodoh, pandir
Dekak-dekak = abacus, alat hitung Cina dari jajaran kayu (biasanya 10 baris) yang masing-masing jajar terdiri atas 10 bola sebagai satuan hitung.
Deking = beking
Demon = 1) demonstrasi; demo (pak keplor didemon sama warganya sendiri..); 2) hebat, gaya (pembalap itu demon kali, ah..)

E

Enceng = selesai, habis
Ecek-ecek = pura-pura (Ecek-eceknya kita ini pejabat la ya)
Estra = maksudnya ekstra, preview film di televisi atau bioskop (aku belom sempat nonton di bioskop, tapi estranya udah).

F

G

Gacok = jagoannya (mana gacok kau, kita adu)
Guli = kelereng
Getek = genit
Gaprak = dari jawa; hantam kaki dalam sepakbola atau permainan (kakinya digaprak lawan)
Gedabak = besar (gedabak kali badan abang!)
Gerepes = geripis, gigi yang hancur atau terkikis karena banyak makan makanan manis (Itu lah, banyak makan bonbon, akhirnya giginya gerepes semua)
Gecor = besar mulut, ga bisa menyimpan rahasia
Gerot = akronim dari geger otak; merujuk pada orang yang tingkahnya aneh, gila.
Goni botot = julukan buat penjual atau pembeli barang-barang bekas. Mereka berkeliling kampung, membeli kompor rusak, kertas/koran bekas, dsb.
Gelut = berkelahi
Golek-golek = berbaring-baring santai; tidur ayam

H

Hajab = hancur
Hambus = pergi! (jauh-jauh). Kata ini suka dipakai oleh koran Waspada.
Hubar-habir = berantakan, acak-acakan, idem
Honda = sepeda motor (walaupun mereknya bukan Honda, tetap aja disebut honda, hihihi…..)

I

Ikan laga = maksudnya ikan cupang/ikan aduan (Beta splendens)

J

Jelutung = kayu albasia (yang lunak dan biasa untuk bahan prakarya)

K

Kereak = banyak omong dan banyak gaya , contoh kalimat : Gak sor kali aku nengok dia, kereak kali.
Kuaci = bukan kwaci makanan, tapi permainan berupa cetakan plastik yang berbentuk beragam wujud, ada Bruce Lee, kelinci, gajah, mobil, dsb. dipakai utk mainan, juga sebagai barang taruhan. Kerepak peak = makian, mengacu pada kondisi ancur-ancuran.
Kelen; kelien = kalian
Kau = engkau, anda (tidak dibaca ka-u — u dalam utang; atau kaw, tetapi di antara keduanya: kauw — w nya lemah)
Kilik = mirip lego; mendrible bola (dikiliknya bola itu sampai pemain lawan terkecoh)
Kede/kedai = warung
Kede sampah = warung kelontong kecil (bukan warung jualan sampah, hehehe)
Kedan = teman, sohib (Abang ini kedan kita juga)
Kereta = sepeda motor
Kereta Angin = sepeda
Kali = dari pemendekan kata ‘sekali’; berarti banget, sangat (“hebat kali kau!” Artinya, “lu hebat banget deh!”)
Kak = panggilan untuk orang (perempuan) yang lebih tua atau dituakan (sama dengan Mbak di Jawa)
Kiri = minggir (“Kiri kau!”…, maksudnya: “minggir lu!”)
Keplor = kepala lorong
Kepling = kepala lingkungan
Kongsi : Bagi-bagi, sama rata…
Koyak = robek == celanaku koyak; kukoyak-koyak kertas hasil ujianku
Kek = kayak, biasa dipadukan dengan kata mana (kek mananya kau: bagaimana sih kamu ini);lihat juga cem/cam
Kelir = pinsil warna (kt. benda), mewarnai (kt. kerja)
Kocik = dari bahasa Melayu (?), berarti kecil
Kornel = tendangan pojok/penjuru dalam sepak bola. Plesetan dari “corner” (corner kick)
Kopek = kupas, kelupas (jangan kau kopek lukanya, nanti tambah parah).
Kombur = cakap, banyak omong.
Kondor = kendor, longgar (celanaku kondor, harus dikecilkan)
Kamput = singkatan dari kambing putih, merek minuman keras murahan (si Ucok tenggen gara-gara minum kamput).

L

Lembe = lemah, lemes
Lewong = 1) putus ;(layangan lewong); 2) hilang, raib (Lewong uangku disikat dia…)
Litak = habis, kondisi capek sekali – dari Padang? (Litak kali badanku)
Lorong = gang (kau tinggal di lorong apa)
Ligat = lincah, lihai (ligat kali dia kalo kerja)
Lantak = habis; habisi (dilantaknya semua hidangan itu. Rumah itu dilantak si jago merah)
Lengkong = cincau hitam, buat campuran es sirop
Lego = drible bola (Ronaldo jago kali ah nge-lego bola)
Locak = kalah terus menerus (aih mak, locak kawan tu pas main ceki);
Batu locak => sejenis permainan dengan batu pipih dengan kelereng atau benda bulat kecil lainnya. Si kalah berusaha melempar kelereng atau bolanya ke dalam lubang sasaran, sementara pemain lainnya berusaha menjauhkan bola itu, atau setidaknya melempar melampaui bola, agar tidak kalah.
Loak = payah (Loak kali kau pun, gitu aja nggak bisa)
Lepoh = bodoh (Lepoh kali, gitu aja nggak bisa)
Lobok = kedodoran, kebesaran (celananya lobok, Mak… bisa dikecilin?)
Lereng = sepeda besar = sepeda janda (e pada “le” dan “reng” dibaca seperti menyebut pada kata lele)
Lengger = plesetan dari tabrak (mati dia dilengger truk)
Langgar = musola (Pak Haji biasa sembayang di langgar)
Limpul = lima puluh (dipakai untuk menyebut uang Rp 50 atau Rp 50.000)
Limrat = lima ratus (dipakai untuk menyebut uang Rp 500 atau Rp 500.000)
Limper = lima perak (dipakai untuk menyebut uang Rp 5. Sekarang uang pecahan ini sudah tidak ada, jadi istilah limper pun mungkin sudah hilang).
Lasak : Banyak gerak, ga bisa diam.
Lencong; tai lencong = tahi ayam yang hijau, bentuknya seperti pucuk es krim menjulang (hueeek..)
Lokal = kelas (si Adi lagi di lokal, belum keluar)
Longoh = bodoh, tolol (dasar longoh, udah tau bahaya bukannya menghindar)
Lepuk = pukul (dilepuk orang sekampung dia)

M

Mentel = genit, centil
Mengkek = manja
Mereng = miring, sering juga disebut mencong
Merling = bercahaya, mengkilap (kalungnya merling kali..)
Motor/montor = mobil
Minyak lampu = minyak tanah
Monza = akronim dari Monginsidi Plaza, tempat jualan pakaian bekas; mengacu pada penyebutan semua jenis barang second/bekas (celana monza ya?)
Merepet = mengomel, marah
Manipol = akronim dari mandailing polit = mandailing pelit /kikir; istilah stereotip suku mandailing, suku di Kab. Tapanuli Selatan. Padahal belum tentu benar.
Melalak = hobinya keluar rumah, ga betah di rumah, sebuah sifat perempuan yang negatif
Mentiko = belagu, sifat orang yang suka merasa paling hebat dan suka cari masalah
Merajuk = ngambeg
Main-main; keluar main-main = Istilah untuk jam istirahat sekolah (“Keluar main-mainnya jam berapa ya?”)
Masuk angin = melempem (khusus buat makanan, kue, atau kerupuk) — kerupuknya nggak enak, udah masuk angin…

N

Nona = aktris utama (siapa nonanya, Hema Malini?)
Nembak = bukan menembak, atau nembak cewek, tapi istilah untuk makan tapi nggak bayar (si Ucok nembak di warung Kak Ipah).
Ngeten = (dari bahasa Batak?), artinya mengintip

O

Ompa’an = sifat orang yang suka dibaik-baikin
Oyong = terhuyung2x, limbung
ODB = tontonan gratis ala misbar (gerimis bubar); pemutaran film keliling. Biasanya diadakan tiga bulan sekali di asrama-asrama tentara atau polisi. Aslinya dari bahasa Belanda: O… Deli Bioscoop.

P

Palar = dipaksa-paksain
Pala : Ga seberapa (Contoh :Dia ga pala jahat kali lah sama aku…); dicukup-cukupkan
Pesong = gila, tidak waras
Pukimbek, pukilik = sialan, makian
Pajak = pasar
Perli = menggoda, flirting seseorang utk menjadi pacar (Cantik kali anak gadis wak Alang tu. Kalau kuperli mau nggak dia ya?)
Pasar = jalan raya
Pening = pusing
Paten = hebat
Pinggir = kiri (perintah untuk menyuruh sopir berhenti, biasanya penumpang berkata “pinggir” (bukan “kiri”).
Pusing = keliling
Palak = Sebel, marah.
Perei = libur (slang dari free)
Ponten = nilai
PHR = istilah untuk bioskop murahan. Singkatan dari Panggung Hiburan Rakyat (aku dulu suka nonton di PHR Morsip di Jl. Soetomo Ujung, PHR Serdang, dan PHR Bahagia di Jl. Pasar Merah)
Panglong = toko tempat penjualan material bangunan
Porlep = sebutan untuk kuli angkut barang di Polonia atau Pelabuhan Belawan
Paret = maksudnya parit, got
Pakansi = hari libur, liburan
Pakpok = pulang pokok, impas (break event point)
Pekak = tuli (percuma kau teriak, dia orangnya memang pekak)
Pencorot = nomor urut paling akhir, pecundang (di kelas, dia pencorot)
Pauk/Paok = Payah, nggak keren, bodoh (Paok kali pun kau, gitu aja nggak bisa)

Q

R

Rodam = siksa, dimapram (“sebelum dilantik, kami dirodam dulu semalaman)
Raun-raun = jalan-jalan berkeliling (dari bahasa inggris: round-round=keliling-keliling)
RBT = Ojek (RBT adalah singkatan dari Rakyat Banting Tulang 🙂
Rupanya = ternyata… ( Contoh : di sini kau rupanya! aku cari-cari kemana-mana)
Recok = ribut, berisik
Rol = penggarisan, mistar (kt. benda)

S

Sarap = tidak waras, gila (yang sarap-nya kauw? Kamu gila ya?)
Sedeng = gila, sinting
Senget = tidak waras, gila
Silap = salah, keliru – kalau awak tak silap —
Simpang = perempatan, atau pertigaan jalan
Selow = slang dari slow (lambat)
Semak = kumuh, berantakan, kacau (semak kali kamar ni… semak muka kau kulihat)
Sepeda Janda = sepeda berpalang ala jaman dulu, suka dipakai ibu-ibu atau buruh kebun…
Setil = gaya, keren (setil kali dia malam ini, mau pergi kenduri ya?)
Sengak = ketus (jangan la sengak gitu cakapnya….)
Somboy = sejenis makanan cina yang populer, dari sejenis buah yang dikeringkan, berwarana merah dan diberi lapisan tepung yang rasanya asin, manis, asam.
Setalen = satuan nilai uang, kira-kira ….. rupiah (dulu masih sering ditemukan jajanan seharga setalen, tapi sekarang tidak lagi).
Sikit = plesetan dari sedikit
Sudako = angkot
Sor = syur, suka; sor kali aku lah ama cewe tu..
Selop = sandal
Setip = penghapusan (kt. benda), menghapus (kt. kerja)
Siap = selesai; done (tugasku udah siap, jadi aku bisa santai sekarang)
Seken = salaman (dari bhs Inggris: shake hand) – kalo cocok, seken dulu kita….

T

Tungkik = teler, cairan di kuping (ih, jijik)
Tumbuk = pukul , kutumbuk kau nanti…
Telekung = mukena
Titi = jembatan (kalo mau ke rumahnya, kau harus lewat titi besar itu, baru sampe)
Tonggek = bokong yang montok
Tepos = lawan tonggek
Tokok; menokok = 1) memalu, memaku (tolong kau tokok dulu paku ini di papan itu); 2) pukul, jitak (ditokoknya kepalaku, Kak, sakit lah)
Tekek = versi jitak yang lain lagi…
Tepung roti = tepung terigu
Tarok = meletakkan (coba kauw tarok tasmu di atas meja)
Teratak = atap tambahan, biasanya dibangun jika ada pesta atau musibah kemalangan di rumah
Terei = dari kata try (inggris), artinya coba (Cak di-terei dulu barang ni…)
Terge = perhatian, peduli, acuh (udah setil habis dandananku, eh nggak di-terge sama dia)
Tekong; Tekongan = menikung; tikungan, simpang jalan (agak nekong kau sikit, biar nggak dilengger mobil; kutunggu kau di tekongan)
Takir = nasi bungkus/kotak yang biasa dibagikan saat kenduri atau tahlilan; lihat juga kata “berkat”
Tukam = melayat, takziah
Toyor = pukul; memukul, tapi dengan cara lain lagi (kayak upper cut, gitu) — maling itu kena toyor massa.

U

Uwak = (panggilan sopan untuk orang yang sudah tua, semacam bapak/ibu, atau kakek/nenek gitu deh)
Ubi = singkong; ubi rambat = ubi jalar

V

W

Woy = panggilan, seruan buat teman atau sekelompok orang (Woy, di mana kelien?)

X

Y

Z

situsnya

1 .Ziddu.com

Dibayar ke Paypal klo udah sampe 1 dollar. hehe

regsister here : CLICK here

2. MissUpload.com

Join : CLICK HERE

ini juga di bayar ke paypal. hhe

Selamat mencoba

Dosenku Sopir Panggilan

Selasa, 08 Desember 2009 | 22:52 WIB

TEMPO Interaktif, Pamekasan – Dedy Prianto, 40 tahun, sudah berkemeja rapi. Rambut tersisir klimis. Wangi parfum semerbak tiap kali ia lalu lalang antara kamar dan ruang tamu di rumah dinas guru sekolah dasar, di Kabupaten Pamekasan.”Saya mau mengajar,” katanya kepada Tempo, Jumat pekan lalu. Dedy adalah dosen ilmu politik di Universitas Islam Madura, Pamekasan.Saat akan memacu sepeda motornya, tiba-tiba telepon genggamnya berdering. Dedy tampak serius menyimak perbicaraan orang diseberang telepon. Beberapa kali ia menganggukkan kepala. Setelah pembicaraan selesai, tangannya mengutak-atik tombol HP mengirim pesan singkat.”Gak jadi ngajar, ada orderan, saya udah kasi tahu mahasiswa saya,” ujarnya girang.Orderan yang dimaksud Dedy adalah menjadi sopir panggilan. Jumat itu ada orang nyarter mobil milik kawannya untuk pergi ke Surabaya. Ia dipercaya menjadi sopir, tiap kali ada penyewa mobil. “Kalau ada orderan, ngajar pasti saya tinggalkan dulu,” kata pria beranak dua ini.Kenapa? Dedy mengaku honor sopir panggilan jauh lebih besar dibandingkan mengajar di Universitas Islam Madura. Sekali nyopir ia bisa mengantongi Rp 100 ribu jika tidak menginap. Jika menginap ia terima bersih Rp 300 ribu. “Sekali nyopir, pendapatan setara satu bulan gaji dosen,” katanya menerangkan.Ia mengaku dari mengajar hanya mendapatkan Rp 160 ribu per bulan. Dalam sebulan Dedy hanya empat kali mengajar, tiap pertemuan dibayar Rp 15 ribu. Tapi sejak Desember ini bayarannya naik menjadi Rp 20 ribu sekali mengajar. “Honor Rp 15 ribu itu sejak tahun 2000,” katanya.Dengan pendapatan sekecil itu, Dedy mesti mengubur impiannya memiliki rumah sendiri. Kini ia dan keluarganya, tinggal disebuah rumah dinas guru sekolah dasar di Pamekasan. “Meski kecil rumahnya enak karena gak perlu sewa,” katanya sambil tertawa.Meski pendapatan kecil, Dedy mengaku dosen adalah jalan hidupnya karena ia merasa puas dengan mengajar terlebih jika ada anak didiknya menjadi orang sukses. “Sampai sekarang ada mahasiswa yang memberi beras dan rokok kepada saya, terutama kelas extention yang rata-rata PNS,” katanya.Ia mengaku tidak malu menjadi sopir panggilan. Bahkan sempat suatu kali, orang tua seorang mahasiswanya menyarter mobil yang biasa dipegang Dedy. “Agak canggung juga, tapi saya bilang, anggap saya sebagai sopir saja,” kenangnya.Dedy berharap, kelak bisa menjadi dosen pegawai negeri sipil dan bisa memperoleh beasiswa untuk melanjutkan ke strata dua yang menjadi syarat menjadi dosen negeri. Semoga…

Tag: ,

LIputan6.com, London: Indonesia berhasil terpilih kembali menjadi anggota Dewan Organisasi Maritim Internasional (IMO) kategori C periode 2009-2011, yang diputuskan dalam sidang umum IMO di Inggris, London. Hal tersebut diterangkan Sekretaris Tiga Kedutaan Besar Republik Indonesia di London, Billy Wibisono, kepada ANTARA, Ahad (29/11). Indonesia memperoleh 132 suara dari 153 suara sah dalam sidang umum yang berlangsung hingga 4 Desember mendatang itu. Anggota Dewan IMO kategori C adalah negara-negara yang memiliki kepentingan khusus di bidang transportasi laut atau navigasi, dengan mempertimbangkan keseimbangan sebaran keterwakilan negara-negara secara geografis. Pada pernyataannya dalam sidang IMO tersebut, Menteri Perhubungan Fredi Numberi menegaskan, Indonesia selaku negara maritim menjalankan perannya sebagai anggota Dewan IMO. Terutama dalam menempatkan keselamatan sebagai prioritas utama dalam kegiatan pelayaran Indonesia. Perolehan suara sebanyak 132 tersebut menempatkan Indonesia pada posisi ketiga, naik satu tingkat dibandingkan pada saat Indonesia terpilih pada tahun 2007 yang menduduki posisi keempat dengan perolehan 114 suara. Selain berada pada posisi yang lebih baik dibandingkan dengan posisi tiga negara ASEAN yaitu Filipina, Malaysia dan Thailand, peringkat Indonesia juga lebih baik dibandingkan negara-negara lain yang terpilih dalam kategori C. Yakni, Turki, Malta, Mesir, Nigeria, Afrika Selatan, Cili, Bahama, Denmark, Meksiko, Kenya, Arab Saudi, Belgia, Australia dan Jamaika. Dengan terpilihnya kembali Indonesia pada pemilihan kali ini, maka Indonesia dapat terus memainkan peranan pentingnya sebagai anggota Dewan IMO yang telah dijalani sejak tahun 1973 dengan mandat dukungan yang semakin kuat. Di sisi lain, keterpilihan Indonesia juga sekaligus memberikan beban tanggung jawab yang lebih besar, khususnya dalam upaya untuk meningkatkan jaminan keamanan dan keselamatan pelayaran yang efisien, sekaligus meningkatkan perlindungan lingkungan ekosistem laut.(TES/ANS)


Agustus 2017
S S R K J S M
« Agu    
 123456
78910111213
14151617181920
21222324252627
28293031  

Kategori

Arsip

Klik tertinggi

    Pengunjung

    • 82,349 hits
    My Daily Traffic Blog free counters